Sex Pistols


Siapa yang tak kenal Band Punk asal Inggris yang sangat legendaris ini, band yang identik dengan anti kemapanan, kritik pedas akan kaum Borjuis kerajaan,Chaos, Brutal dan total Punk Rock. Mereka adalah pelopor pemberontakan pakem dan aturan musik pada masanya, mereka adalah tonggak kebangkitan musik Punk yang melegenda hingga kini, gaung dan semangat akan Punk yang mereka usung terus berdengung dan menjadi gaya hidup bagi sebagian yang memang fanatic dengan gaya Punk.

Inggris memang menghasilkan banyak legenda di jagad musik rock. Sebut saja The Beatles, Rolling Stones, dan Queen. Ketiganya sukses berkat kecerdasan dan kepiawaian meramu musik yang mereka bawa. Namun diantara ketiga band tersebut terselip sebuah nama band punk yang sangat fenomenal dengan segala intrik dan kelakuan kontroversial yang mereka buat, grup band ini bernama Sex Pistols yang tak kalah hebatnya dengan Band-band besar asal Ingris lainnya pada masanya. Grup ini digawangi Steve Jones, Paul Cook, Johnny Rotten atau John Lydon dan Glen Matlock yang kemudian digantikan oleh Sid Vicious atau John Simon Ritchie.

Awal berdirinya band ini adalah ketika pada bulan Agustus 1975, seorang yang bernama Malcolm McLaren, pemilik toko "Sex" berniat untuk merombak tokonya. Dia mempunyai konsep terbaru agar tokonya laku jadi tempat tongkrongan anak muda. Selain menjual berbagai macam asesoris punk, dia juga menjual fetish gear dan berbagai macam barang-barang dari kulit asli. Bersamaan dengan itu, Malcolm juga ingin tokonya jadi pusat tongkrongan anak-anak punk yang lagi menjamur di London. Dia berharap bisa melesatkan tren punk ini lewat "bengkel kebudayaannya". Caranya, ya dia juga menjadi pemandu bakat yang mencari band-band punk yang mau diorbitkan. Kebetulan, dia telah punya orang-orangnya. Di sana, sudah ada gitaris Steve Jones, bassis Glen Matlock dan drummer Paul Cook yang sedang kerja part-time di Sex. Mereka diprediksi sebagai pemusik dadakan yang punya masa depan oleh Malcolm. Namun begitu keberadaan band tersebut belum lengkap tanpa kehadiran seorang frontman.

Seorang pemuda bernama John Lydon yang sering nongkrong di Sex menarik perhatian Malcolm. Atittude yang gila dan urakan bikin cowok yang pernah jadi manajer New York Dolls ini kesengsem. Tidak begitu lama, John Lydon pun diaudisi. Dengan membawakan lagu Alice Cooper!, tapi suara John yang agak fals malah bikin cowok pirang ini diterima masuk band sungguh kriteria yang aneh. Biar makin nge-punk, Malcolm mengganti nama John Lydon menjadi Johnny Rotten. (padahal dia baru aja ngeganti nama sahabatnya jadi Sid Vicious!). So, berdirilah Sex Pistols dengan empat formasi: Johnny Rotten, Paul Cook, Glen Matlock, dan Steve Jones.Meski pada awalnya mereka terinspirasi oleh grup punk Ramones asal AS, Sex Pistols justru lebih diakui sebagai pelopor dan tonggak dari band punk dunia, dan merupakan suatu awal dari pergerakan pemberontakan musik selama dekade 1970-an.

Penampilan mereka yang pertama adalah di St. Martin School of Art di West End pada 6 November 1975. Mereka dianggap membawa musik baru yang "berbahaya" karena jelas-jelas nggak enak didengar (apalagi suara vokalisnya) dan liar. Tapi, itulah yang dibawa Sex Pistols di awal-awal kemunculannya. Istilah punk pun mulai dikenal orang banyak. Steve Jones malah membuat pernyataan yang sampe sekarang dikenal orang sebagai imej Sex Pistols. Dia bilang, "We’re not into music, we’re into chaos!" Jadi punk itu emang 90 persen attitude, selebihnya musik. Sejak berdirinya pada tahun 1972 hingga bubar 1978 band ini hanya meluncurkan satu album saja yaitu “Nevermind The Bollock, Here's The Sex Pistols”, yang dirilis setahun setelah meledaknya single mereka, “Anarchy in The UK”. Juni 1976, Sex Pistols sudah menguasai Inggris. Sex Pistols sudah menjadi icon di punk scene London, tahun 1976 demam Sex Pistols melanda Inggris.

Di balik serunya kerusuhan Sex Pistols, ternyata band ini punya masalah intern. Siapa yang mengira kalo ternyata sang bassis Glen Matlock nggak disukai sama personel lainnya. Alasannya karena dia terlalu kalem dan berasal dari kelas menengah. Terus? Ya, ternyata kondisi itu dianggap kurang radikal oleh personel lain. Mereka pun berpikir untuk menendang Glen Matlock keluar. Dan… masuklah Sid Vicous.

Album perdana dan sekaligus album mereka yang terakhir ini adalah sebuah tonggak pemberontakan besar dalam pakem musik rock and roll pada saat itu. Maklum keempat personel Sex Pistols bisa dibilang secara teknis bermusik sangat dangkal dengan kemampuan dan skill yang tergolong kurang. Liriknya pun jujur apa adanya. Saat itu band tersebut dituding merusak tatanan moral generasi muda pasa saat itu karena lirik-lirik yang kontroversial dan anti kemapanan yang mereka usung sebagai Punk Rocker sejati. Lirik-lirik yang tertuang dalam bait-bait lagu Sex Pistols Tak hanya kata-kata memuja obat bius dan seks bebas, band ini juga bersumpah serampah pada sistem yang ada di Inggris saat itu. Hasilnya perjalanan band ini dihiasi lika-liku kontroversi dan prestasi. Single-nya Anarchy In The UK dan God Save The Queen yang berisi caci maki anti keluarga kerajaan dan menginginkan kebebasan membuat pihak rekaman raksasa EMI Music menarik single itu dan membatalkan kontrak.

Lepas dari EMI, band ini sempat ditolak A&M Records sebelum akhirnya dikontrak oleh Virgin Record untuk memproduksi album tersebut. Cobaan belum usai, Virgin kesulitan mempromosikan album tersebut.Bagaimana tidak? Tak hanya mengatakan Ratu Inggris idiot dalam God Save The Queen. Sampul album itu pun bergambar Ratu Inggris dengan tindik peniti!. Hasilnya tak hanya BBC yang ogah menyiarkan album tersebut, radio swasta pun ikut 'tiarap'. Bahkan toko kaset tak mau menjual album mereka.Akhirnya pihak label menggelar sebuah panggung di atas perahu yang melayari sungai Thames-konsep ini lalu dicontek U2 dan The Police. Hasilnya, begitu kapal sandar personil band Sex Pistols dan para eksekutif label langsung ditangkap polisi.

Tapi berbagai kesulitan itu memang tak bisa menahan rasa penasaran publik pada album itu. Dan tak tertahankan lagi, satu persatu single mereka menguasai tangga puncak lagu di Inggris. Hasilnya dalam waktu singkat Sex Pistols berubah menjadi ikon punk bagi ribuan anak muda.

Sex Pistols bubar gara-gara Sid Vicious. Sid Vicious yang terlalu dekat dengan pacarnya Nancy Spungen dan ketergantungan pada obat bius. Kami udah muak ngeliat tingkah violence-nya. Gara-gara dia juga, konser kami di Winterland berantakan," begitu kata Steve Jones kepada tabloid musik Inggris NME.Udah gitu praktis Steve dan Paul Cook cabut nggak mau ketemu Sid lagi. Sementara Johnny Rotten langsung hilang tanpa kabar. Malcolm sebagai manajer pun udah ngerasa kalo band yang dikelolanya udah nggak mungkin bisa diterusin.

Tapi bukan manajer kalo nggak bisa mencari peluang. Di antara kericuhan Pistols, Malcolm pun akhirnya tetap memutuskan untuk memanajeri Sid. Soalnya ada seorang sutradara yang tertarik mau membuat film dokumenter dan musikal berjudul Rock n Roll Swindle. Film ini sebenernya cuma film dokumenter musik yang dibalut sama perjalanan karir Sex Pistols. Serunya, syuting film ini dilakukan di Paris. Dan lucunya, cuma Sid yang jadi pusat perhatian. Sementara personel Pistols yang lain ogah berangkat ke Paris, Johnny Rotten cuma kebagian diwawancara terpisah. Sementara Steve dan Paul nggak pernah muncul.

Sayang popularitas dan ketergantungan pada obat bius membuat perjalanan band ini terhenti dengan kematian pemain bass mereka Sid Vicous ketika tur ke AS. Padahal saat itu mereka sedang berada di puncak ketenaran. Kematian Sid memang membuat grup ini bubar. Namun justru nama besar band ini jadi melegenda berkat peristiwa itu. Sampai saat ini setiap kali orang menyebut punk maka asosiasi pikiran pun langsung ke Sex Pistols. Tak heran setiap kali band ini reuni, selalu saja mendapat sambutan yang meriah. Band ini sempat reuni tiga kali yaitu 1996, 2002, dan 2003, dengan formasi awal yaitu Steve, Paul, Johnny dan Glen.

Tentu saja nama besar mereka mengundang sineas untuk mengangkat kisah hidup band heboh ini ke layar lebar. Sebut saja The Great Rock 'N' Roll Swindle, The Filth and the Furry dan tentu saja yang paling laku, Sid and Nancy yang disutradarai Alex Cox.
Film yang menceritakan tentang kehidupan Sid (Gary Oldman) dan pacarnya Nancy Spungen (Chloe Webb) seolah menjadi pengakuan terhadap pasangan kontroversial yang disebut oleh majalah The Rolling Stone hanya bisa disandingkan dengan pasangan grunge Kurt Cobain dan Courtney Love.

Sungguh band yang sangat fenomenal sekaligus kontroversial hanya dengan satu album saja yang mereka rilis mereka bisa mengguncang dunia bahkan sampai akhirnya mereka jadi legenda musik Punk, sungguh luar biasa.












Comments :

3 Comment to “Sex Pistols”
monstermutasi mengatakan...
on 

Mereka bukan sekedar band punk yang urakan...
mereka adalah sejarah...
Suara Anak muda yang gila...SEGAN!!

Agil mengatakan...
on 

setuju gan, mereka adalah sejarah yang luar biasa

serdadu merah mengatakan...
on 

a great memories

Poskan Komentar

 

Readers

Facebook Reader

Check PageRank
Add to Technorati Favorites


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?