Teknologi Senjata PD II Jerman Banyak Ditiru

9 Mei 1945 adalah tanggal berakhirnya Perang Dunia II di Front Eropa. Ini ditandai dengan menyerahnya pasukan NAZI Jerman, setelah babak belur dikeroyok pasukan Sekutu (AS, Inggris, Prancis, dan lain-lain), serta Uni Soviet dengan Aliansinya.

Usai perang, berbagai peralatan tempur eks NAZI Jerman banyak disita dan dibawa pulang pasukan pemenang PD II, lalu "dibedah", untuk diteliti, kemudian dijiplak dan dikembangkan oleh AS, Inggris, Uni Soviet, Prancis, dan lain-lain. Peralatan perang buatan Jerman itu, mulai seragam tempur, senjata api ringan, kendaraan tempur, pesawat terbang, sampai peluru kendali, bahkan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki Jepang yang mengakhiri Perang Dunia di Front Pasifik, 10 Agustus 1945, sebenarnya dibuat pula oleh para ahli Jerman yang lari ke AS. Berikut ini, beberapa produk peralatan perang NAZI Jerman, yang menjadi dasar pengembangan berbagai persenjataan modern saat ini.

Senjata Ringan
Produk monumental Jerman bagi perkembangan senapan militer modern, adalah senapan serbu Machinenpistole Model 1 1944 (MP-44) atau disebut pula Sturmgewehr (STG 44). Termasuk di antaranya senapan serbu FN FNC buatan Belgia yang diproduksi secara lokal oleh PT Pindad Bandung (SS-1), serta produk asli lokal terbaru SS-2 rancangan dasarnya merupakan turunan MP-44.

MP-44 dianggap produk pertama atau "Bapaknya" jenis senapan serbu di dunia. Kemunculannya diawali pengalaman pasukan Jerman Perang Dunia I, di mana mereka berpendapat, di masa depan, pasukan Infanteri membutuhkan senjata lebih ringan sebagai standar.

Projek MP-44 dimulai saat membuat dua produk dengan standar peluru tipe 7,92 Kurz (selongsongnya lebih pendek) di tahun 1942. Sebuah dibuat pabrik Haenel modifikasi dari MP-43, satu lainnya oleh pabrik Walther, di mana senapan itu awalnya disebut "Karaben Mesin".

Produk modifikasi dari MP-43 kemudian terpilih, karena didesain mampu melontarkan granat (ini juga menjadi standar berbagai senapan serbu masa kini). Pada tahun 1944, produk itu kemudian dinamai MP-44 (kepanjangan dari Maschinenpistole/pistol mesin model tahun 1944).
Istilah sturmgewehr (senapan serbu) diberikan pemimpin NAZI Jerman, Adolf Hitler, yang menguji sendiri keandalan MP-44. Senapan itu dijadikan standar pasukan NAZI Jerman pada akhir 1944, yang sosoknya membuat penasaran pasukan Sekutu dan Uni Soviet.
Usai perang, MP-44 dikembangkan Uni Soviet oleh desainer senjata Alexander Kalashnikov. Maka lahirlah, produk Avtomat Kalashnikova model tahun 1947 yang umum dikenal sebagai AK-47 (7,62 mm x 39).

Sementara itu, 400.000-an pucuk MG 42 diproduksi sejak PD II, dan masih digunakan sampai kini di sejumlah negara. MG 42 dibuat memenuhi kebutuhan pasukan NAZI Jerman, atas senapan mesin serba guna yang handal dalam segala medan, bobotnya ringan, dan mudah dioperasikan.

Produk MG 42 termasuk senapan mesin tersukses pada PD II, di mana pasukan Sekutu dan Uni Soviet, gentar menghadapinya. Dalam pertempuran, hampir selalu pasukan Sekutu dan Uni Soviet, memprioritaskan menghabisi dahulu prajurit yang membawa MG 42.
Usai PD II, mulai tahun 1950-an, terjadi perubahan besar penggunaan standar peluru. Blok Barat (AS dan sekutunya) menggunakan peluru kaliber 7,62 mm x 51 (disebut pula 7,62 mm NATO), sedangkan Blok Timur (Uni Soviet dan aliansinya) menggunakan 7,62 mm x 39 (7,62 mm Rusian Short/M1943).

Untuk Blok Barat, kemudian muncul MG 42/59 (MG 42 model tahun 1959) dan MG-3 yang menggunakan peluru kaliber 7,62 mm NATO. Lain halnya Blok Timur, misalnya Yugoslavia, lebih suka menggunakan MG 42 edisi tahun 1940-an (kaliber 7,92 mm).
Teknis dasar MG 42 bukan hanya dikembangkan Jerman sendiri usai perang (misalnya HK21 dan HK23), namun juga oleh AS yang memproduksi M-60 (mulai dikenal zaman Perang Vietnam). M-60 menjadi salah satu senapan mesin serba guna tersukses dunia sampai tahun 1990-an, Indonesia termasuk di antara negara penggunanya.

Peluru Kendali
Adalah roket V-2 yang merupakan cikal bakal peluru kendali modern masa kini. Rancangan dasar peluru kendali berdasar V-2, banyak dibuat pada zaman Perang Dingin antara Blok Barat (AS dan sekutu) dan Blok Timur (Uni Soviet dan aliansinya) tahun 1960-an s.d. tahun 1980-an.

Produksi roket V-2 mulai dilakukan tahun 1942 di Peenemunde dan mulai dicoba September 1944, saat NAZI Jerman mengerjakan dua projek senjata baru, di samping bom terbang V-1. Sosoknya yang membawa satu ton hulu ledak, memiliki panjang 14 meter, berbahan bakar cair, memiliki kecepatan supersonik, dan dapat terbang pada ketinggian sekira 50 mil, membuatnya menjadi senjata mengerikan yang sulit ditangkal.

Lebih dari 5.000 roket V-2 ditembakkan pasukan Jerman ke Inggris, walau pun hanya 1.100 buah yang mampu mencapai sasaran. Namun efeknya, membuat jatuh korban 2.724 orang tewas dan sekitar 6.000-an orang cedera serius.

Saat pasukan Sekutu semakin mendesak pasukan Jerman di daratan Eropa, mereka berhasil menyita banyak sekali roket V-2 pada sejumlah tempat peluncuran. Akhirya pada Maret 1945, seluruh peluncuran roket V-2 dapat dihentikan aksinya oleh pasukan Sekutu.

Pesawat Me262
Angkatan udara Jerman (luftwaffe) menjadi pengguna pertama pesawat tempur bermesin jet sejak Perang Dunia II, melalui produk Messerschmitt (Me) 262, yang menang waktu dari saingannya, Globe Meteor, Inggris. Namun kehadiran Me262 ternyata terlambat ditampilkan, karena Jerman keburu kalah perang.

Didesain tahun 1938 dan prototipenya terbang 18 April 1941, pesawat Me262 jauh lebih cepat ketimbang berbagai pesawat konvesional saat itu. Namun pengembangannya sempat tertunda, karena berbagai pemboman dari pasukan Sekutu yang menghancurkan berbagai pabrik. Baru di tahun 1943, Adolf Hitler menyetujui produksi massal Me262, sekaligus berfungsi sebagai pesawat pengebom.

Namun sebelum banyak beraksi, pengeboman dari pasukan Sekutu menghancurkan ratusan Me 262 di landasan dan melumpuhkan berbagai instalasi pendukung. Akibatnya, Me262 kesulitan suku cadang, bahan bakar, dan pilot terlatih. Dari 1.400-an pesawat Me262 yang diproduksi, hanya 300-an buah yang sempat dioperasikan angkatan udara Jerman.
Usai perang, Me262 pun banyak diambil dan dikembangkan Sekutu dan Uni Soviet. Hasilnya, banyak desain pesawat tempur masa kini, yang sosok dan aerodinamisnya mengambil dasar Me262.

Tank
Legenda Jerman yang identik dengan kekuatan pasukan tank atau Panser pada PD II, sampai kini masih melekat. Salah satunya, tim sepak bola Jerman pun dijuluki "Tim Panser". Kekuatan pasukan tank Jerman pada PD II, semakin dikenal setelah diperkuat tank Tiger dan tank King Tiger.

Produksi tank Tiger dimulai tahun 1939, memenuhi kebutuhan angkatan darat NAZI Jerman atas tank berbobot 45 ton yang membawa meriam kaliber 88 mm, sebagai senjata paling ampuh untuk melumpuhkan kekuatan tank Uni Soviet. Prototipenya muncul bersamaan ulang tahun pemimpin NAZI Jerman, Adolf Hitler pada 20 April 1942, di mana tank Tiger sudah disempurnakan (kemudian dikenal sebagai Tiger I) ditunjukkan di Rastenburg. Tank Tiger I menjadi tank tempur pertama Jerman mempunyai suspensi handal dan stabil untuk segala medan, yang membuat pasukan Uni Soviet kocar-kacir karena berbagai tank mereka dihancurkan dengan mudah. Selama aksinya, tank Tiger I mencatat hasil mencengangkan, baik di Front Barat maupun Front Timur Eropa.

Pada 18 Oktober 1943, sebuah tank Tiger yang dikomandani Sepp Rannel, menghancurkan 18 tank Uni Soviet. Rekannya, Michael Wittman, melumpuhkan 119 buah tank, termasuk hasil besar di Pantai Normandi, Prancis, usai pendaratan D-Day 6 Juni 1944 (menghancurkan 25 tank Inggris dan 28 kendaraan lapis baja).

Namun tank Tiger I hanya diproduksi selama dua tahun (Agustus 1942 s.d. Agustus 1944), setelah itu tertandingi tank-tank baru keluaran Inggris. Tank Tiger I mempunyai kelemahan, sering mudah macet saat rantainya dipenuhi salju musim dingin. Kondisi ini, dimanfaatkan pasukan Uni Soviet untuk melumpuhkannya, pada saat pagi-pagi sekali sebelum salju meleleh.
Generasi berikutnya adalah tank Tiger II yang dijuluki King Tiger, yang terlihat pertama kali beraksi di Front Timur pada Mei 1944 dan di Front Barat pada bulan Agustus. Berbobot 68 ton berkekuatan 690 tenaga kuda dengan kapasitas bahan bakar lebih besar, membuat King Tiger menjadi senjata dasyat, walau Jerman tengah kesulitan pasokan bahan bakar, akibat berbagai tangki bahan bakarnya dan pabrik hancur dibom pasukan sekutu.

Hanya sedikit King Tiger dapat diproduksi, di mana 100 unit di antaranya digunakan pada pertempuran di Ardennes Belgia (dikenal sebagai Battle of the Bulge) pada musim dingin 1944-1945. Untuk mengimbanginya, pasukan AS kemudian menghadirkan M-4 Sherman dan penghancur tank Typhoon, sedangkan Uni Soviet mengembangkan meriam kaliber 100 mm dan 152 mm untuk "membunuh" tank-tank Tiger dan King Tiger.

Akhir perang, banyak tank modern dibuat dengan mengembangkan rancangan dasar dari Tank Tiger maupun King Tiger. Di antaranya, tank M26 Pershing buatan Amerika dan disamping M1/M1A1/M1A2 Abrams, Challenger Inggris, dan lain-lain, yang sebagian mengambil desain Super Tank Jerman. Sementara Uni Soviet, membuat T-55, T-62, dan lain-ain terutama pada era kepemimpinan Josep Stalin.

Kapal selam
Berbagai kapal selam modern yang diproduksi sejak tahun 1950-an sampai kini memiliki rancangan bentuk yang secara turun-temurun berasal dari dua produk termutakhir eks Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman), menjelang Perang Dunia II berakhir. Adalah U-boat (kapal selam) Tipe XVII dan Tipe XXI yang diambil pasukan Uni Soviet serta AS dan Inggris, usai Jerman menyerah.

Tipe XVII dan XXI jauh lebih cepat dari generasi kapal selam pada masanya (tahun 1940-an), dengan inovasi tower (menara) yang tegak tertutup, tak ada meriam di dek, konsep double hull (rangka kapal dua lapis), dan sistem elektronik. Berbagai sistem kedua tipe itu, hampir semuanya dilengkapi sistem elektronik, sehingga kedua tipe kapal selam itu dijuluki "Elektro-boote" (kapal elektronik), disamping ruang komando, kompartemen, sampai WC pun sudah dilengkapi dengan pendingin udara (AC). Dirancang pada tahun 1943, Tipe XXI mampu bergerak lincah saat menyelam lebih dalam, membuat posisinya mampu menghindari tangkapan sonar armada sekutu. Selain itu, produk ini dilengkapi radar elektronik ultramodern untuk menyerang sesama kapal selam di saat menyelam pada jarak efektif 120 meter.
Semula, Jerman berniat membuat sekira 1.300 unit kapal selam Tipe XXI, namun sampai mereka menyerah pada 9 Mei 1945, baru siap sebanyak 118 unit. Celakanya, berbagai Tipe XXI belum sempat diturunkan selama perang, akibat sulit melatih para awak menyesuaikan diri dengan kapal selam generasi baru itu.

Di antara produk kapal selam generasi berikut hasil jiplakan Tipe XXI, antara lain Kelas Whiskey buatan Uni Soviet, yang masih beroperasi sampai tahun 1980-an. Indonesia pun pernah memiliki 12 buah kapal selam kelas Whiskey pada tahun 1960-an.

Sedangkan Tipe XVII, sempat dioperasional beberapa unit menjelang Perang Dunia II usai, dan menjadi salah satu "tulang punggung" angkatan laut NAZI Jerman. Dua inovasi pada Tipe XVII, adanya penutup pada bagian baling-baling sehingga kekuatan lebih besar, dan desain rangka yang mudah membelah air (streamline), sehingga mampu bergerak lincah saat menyelam.
Jika mesin turbinnya ngadat dan sulit pulih, sistem hidrodinamis pada bagian rangka langsung menggantikan perannya. Untuk sementara waktu, kapal selam ini dapat bergerak sambil memberikan waktu bagi awaknya memperbaiki kerusakan.

Tipe XVII menggunakan teknologi hydrogen peroxide pada turbin mesin diesel Walter sebagai sumber tenaga, sehingga mesin turbin lebih ringan bebannya, ukuran lebih kecil, serta kecepatan lebih tinggi (24-25 knot saat menyelam) ketimbang mesin diesel biasa pada kapal selam zamannya, termasuk pasukan sekutu (rata-rata hanya 14-18 knot). Hanya saja, pengoperasian Tipe XVII menghadapi persoalan, yaitu tingginya biaya operasi dan terbatasnya kemampuan tempur, sehingga produksinya sedikit.

(Disadur dari Harian Pikiran rakyat)




Read More......

Pencegahan Osteoporosis

Pada umumnya manusia ketika menginjak usia 30 tahunan mulai mengalami penurunan kepadatan tulang, sebenarnya penurunan ini terjadi sedikit demi sedikit namun secara terus menerus, hingga pada usia sekitar 50 tahunan kepadatan tulang berkurang sekitar 0,5% hingga 1% per tahun.Penderita Osteoporosis (Keropos Tulang) kadang-kadang baru menyadari ketika tiba-tiba mengalami patah tulang karena sebab yang relatif ringan. Keadaan tersebut terjadi karena Osteoporosis yang “Alami” karena terjadi perlahan-lahan, lambat tetapi pasti.

Kecepatan terjadinya pengeroposan tulang (Osteoporosis) ini berbeda-beda pada tiap individu, hal ini bergantung pada kepadatan tulang individu tersebut. Lazimnya kepadatan tulang mulai terbentuk dan meningkat sejak masa kanak-kanak dan terus bertambah kepadatannya hingga pada puncak kepadatan pada usia sekitar 30 tahunan, kepadatan tulang ini berbeda-beda tergantung pada pola makan seseorang khususnya makanan yang mengandung unsur Kalsium disamping sinar matahari, melakukan kegiatan menggerakan badan , disamping adanya faktor keturunan. Pada wanita yang telah mengalami masa Menopause 5-10 tahun penurunan kadar kepadatan tulang ini lebih cepat namun kemudian penurunan tersebut berkurang. Sekitar 15-20% Pascamenopause atau jumlah penurunan sepanjang hidupnya sekitar 40-50%.

Osteoporosis terbagi atas dua yaitu Primer dan Sekunder. Pada golongan Primer terbagi lagi menjadi tiga jenis yaitu Osteoporosis Pascamenopause (pada wanita), jenis Osteoporosis jenis ini kebanyakan ditandai dengan patah tulah belakang dan tulang lengan. Kemudian Osteoporosis yang mengenai tulang rangka seperti patahnya tulang paha sebagai akibat dari penuaan yang menurunkan massa tulang, dan yang terakhir adalah jenis Osteoporosis yang terjadi pada usia pertengahan atau masa muda dan hal ini tidak diketahui secara jelas penyebabnya.

Osteoporosis sekunder adalah osteoporosis yang disebabkan oleh berbagai penyakit yang diderita yang bersangkutan, seperti penyakit Gondok, Diabetes serta penggunaan obat-obat tertentu yang dapat menyebabkan keropos tulang. Pada wanita Menopause penyebab utama Osteoporosis adalah menurunnya hormon Estrogen.

Ada beberapa faktor resiko terjadinya Osteoporosis antara lain adalah faktor Genetik, Nutrisi (rendahnya asupan Kalsium, Magnesium dan Fosfor, terlalu seringnya mengkonsumsi Alkohol, Kopi, konsumsi Garam yang berlebih serta Protein yang berlebih), Gaya Hidup (Merokok, dan rendahnya aktivitas fisik), pengaruh pola Hormon Endoktrin tertentu khususnya pada mereka yang mempunyai berat badanberlebih, serta penggunaan obat-obat tertentu (obat anti kejang, pengencer darah, kemoterapi …Dll)

Gejala Osteoporosis umumnya terjadi perlahan dan sering tidak disadari, sama halnya dengan tekanan darah tinggi yang baru disadari ketika telah terjadi stroke dan mengalami kelumpuhan. Pada umumnya gejala Osteoporosis diawali dengan keluhan-keluhan nyeri otot, gangguan pergerakan yang menahun dan biasanya hal ini dianggap penyakit rematik karena faktor usia. Namun apabila telah terjadi patah tulang apalagi dalam usia 50-60 tahunan baru diketahui hal itu disebabkan karena Osteoporosis, patah tulang pada usia tersebut sangat rentan bagi penderita Osteoporosis dan kemungkinan untuk kembali normal sangat tidak mungkin, patah tulang mungkin bisa sembuh tapi fungsi alat gerak tidak dapat kembali seperti sediakala khususnya nyeri dan gangguan gerak akan selalu terasa.

Upaya pencegahan Osteoporosis dapat dilakukan dengan cara mengoptimalkan upaya mencapai kepadatan tulang yang baik melalui Nutrisi, Olah Raga, dan menghilangkan atau menurunkan faktor-faktor resiko seperti tersebut diatas. Beberapa langkah dapat dilakukan seperti;

  • Mengubah Gaya Hidup yang santai dengan aktivitas fisik, seperti olahraga sederhana jalan santai dengan tegap secara berkala dan kontinyu 1-5 kali seminggu cukup 30 menit saja. Namun hal inipun dilakukan dengan ketentuan ketentuan yang berlaku jangan yang berlebihan.
  • Suplementasi Kalsium, hal ini perlu karena pada pola makan sehari-hari kita tidak bisa mengukur jumlah kalsium yang digunakan dan mungkin jumlah asupan kalsium yang kita makan tidak mencukupi. Dianjurkan konsumsi Kalsium 500g/hari pada masa kanak-kanak dan 1,000g-1,300g/hari untuk usia remaja dan dewasa serta 1,000g/hari saat menginjak usia manula, sementara untuk usia lebih dari 50 tahun sebaiknya mengkonsumsi 1,200g/hari namun hal ini tentu saja harus didukung dengan fungsi ginjal yang baik.
  • Suplementasi Vitamin D, dibutuhkan 600 satuan internasional per hari, lebih utama apabila vitamin ini dikonsumsi dari komponen susu.
  • Protein, hal ini dibutuhkan untuk mempertahankan dan membuka sel/jaringan tulang dan penunjang tulang. Namun mesti diatur dengan takaran yang sesuai jangan berlebihan karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
  • Konsumsi Vitamin dan mineral, Vitamin C, Vitamin K, Fosfor.
  • Sering berjemur di pagi hari, hal ini sangat bermanfaat untuk kesehatan tulang.
  • Pengunaan obat-obatan pencegah Osteoporosis baik Kimiawi, Hormon atau berupa Aktivitas Hormon.
  • Secara berkala melakukan pemeriksaan kepadatan tulang, terutama bagi mereka yang mempunyai resiko Osteoporosis lebih besar seperti tersebut diatas.

Ada baiknya mulai sekarang lakukanlah hal-hal tersebut diatas, dan alangkah baiknya kita mencegah sedari dini, walaupun memang pada dasarnya Osteoporosis tak dapat dihindari karena faktor usia terlebih bagi wanita, namun menjaga kepadatan tulang agar lebih tahan lama akan lebih baik.

(Dikutip dan dirangkumdari harian Pikiran Rakyat)





Read More......

Pelajaran dari Buah-buahan

Seringkali kita Khilaf dalam menjalani kehidupan ini, terkadang kita salah melangkah atau bahkan seringkali menyakiti perasaan orang lain di sekitar kita. Mungkin memang benar belajar itu seharusnya dilakukan terus-menerus tanpa terhalang oleh apapun, belajar bisa dimana saja bahkan pembelajaran bisa dari apapun baik itu dari manusia yang lainnya atau bahkan dari benda-benda lain disekitar kita, alangkah bijaksananya apabila kita dapat belajar dari hal-hal kecil disekitar kita. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dipelajari dan dijadikan contoh bagi kita semua dari beberapa buah-buahan.

1. Jadilah Jagung, Jangan Jambu Monyet
Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya. Hal ini menampar kita seakan berkata “Jangan pamer...kecuali kalo lagi pameran”

2. Jadilah pohon Pisang
Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati. Ini adalah lambang Kesetiaan dalam pernikahan

3. Jadilah Duren, jangan jadi Kedondong
Walaupun luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis, berbeda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak kecut dan di dalemnya ada biji yang berduri. Ini mengingatkan kita jangan suka lain dimulut lain di hati atau bahkan mengajari kita jangan menilai sesuatu itu dari kulit luarnya. Atau dalam peribahasa “biarpun dandanan garang hati eike lembut bo…yuuu mari yuuuu..”

4. Jadilah Bengkoang
Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi umbinya isinya putih bersih. Jagalah hati jangan kau nodai meskipun...AA Gym Bangetttttttttttttttttt……..

5. Jadilah Padi
Makin berisi, makin merunduk. Semakin pintar dan semakin sukses semestinya semakin membumi jangan sombong.

6. Jadilah Pohon Kelapa
Sudah terkenal dengan serba gunanya, tidak bisa di manipulasi (maksudnya kelapa nggak bisa dicangkok)

7. Jadilah Tandan Pete, jangan jadi Tandan Rambutan
Tandan Pete membagi makanan sama rata ke biji Petenya, semua seimbang, ngak seperti Rambutan ada yang kecil ada yang gede. Jadilah manusia yanga adil.

8. Jadilah Cabe
Makin tua makin pedes, makin tua makin judes loh..!!! yah ko gitu sih heu heu heu…… Maksudnya makin tua makin bijaksana.

9. Jadilah buah Manggis
Bisa ditebak isinya dari bokong buahnya, kalo menilai seseorang lihat bokongnya…loh….!!! Hihihii………. maksudnya jangan munafik...hmmmm

10. Jadilah buah Nangka
Selain buahnya, Nangka memberi getah kepada penjual atau yg memakannya, artinya berikan kesan kepada semua orang (tentunya yg baek)




Read More......

Televisi dan Sedikit Sejarahnya

Ditemani secangkir teh hangat atau segelas kopi, bersantai di sore hari sambil menikmati acara hiburan di televisi sungguh suatu kegitan yang mengasyikan, setelah seharian bergelut dengan rutinitas yang melelahkan, cukup membuat kepenatan hilang. Namun tahukah anda televisi yang kita miliki dan kita lihat sekarang mempunyai sejarah yang cukup panjang dan rumit. Sejarah akan televisi ini dimulai kira-kira tahun 1873.

Pada tahun 1873 tersebut seorang operator telegram menemukan bahwa cahaya mempengaruhi Resistansi Elektris Selenium. Ia menyadari hal itu bisa dipergunakan untuk mengubah cahaya kedalam arus listrik dengan menggunakan Fotosel Silenium (Selenium Photocell). Kemudian piringan metal kecil berputar dengan lubang-lubang didalamnya ditemukan oleh seorang mahasiswa yang bernama Paul Nipkow di Berlin, Jerman pada tahun 1884 dan penemuan-penemuan tersebut disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi.

Sekitar tahun 1920 John Logie Baird dan Charles Francis Jenkins menggunakan piringan karya Paul Nipkow tersebut untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya. Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Pada waktu itu belum ditemukan Komponen Listrik Tabung Hampa (Cathode Ray Tube). Televisi Elektronik agak tersendat perkembangannya pada tahun-tahun itu, lebih banyak disebabkan karena televisi mekanik lebih murah dan tahan banting. Bukan itu saja, tetapi juga sangat susah untuk mendapatkan dukungan finansial bagi riset Televisi Elektronik ketika Televisi Mekanik dianggap sudah mampu bekerja dengan sangat baiknya pada masa itu. Sampai akhirnya Vladimir Kosmo Zworykin dan Philo T. Farnsworth berhasil dengan Televisi Elektroniknya. Dengan biaya yang murah dan hasil yang berjalan baik, orang-orang mulai melihat kemungkinan untuk menggunakan Televisi Elektronik.

Vladimir Zworykin, yang merupakan salah satu dari beberapa pakar pada masa itu, mendapat bantuan dari David Sarnoff, Senior Vice President dari RCA (Radio Corporation of America). Sarnoff sudah banyak mencurahkan perhatian pada perkembangan Televisi Mekanik, dan meramalkan Televisi Elektronik akan mempunyai masa depan komersial yang lebih baik. Selain itu, Philo Farnsworth juga berhasil mendapatkan sponsor untuk mendukung idenya dan ikut berkompetisi dengan Vladimir Zworykin.

Televisi Elektronik

Baik Philo Farnsworth, maupun Vladimir Zworykin, bekerja terpisah, dan keduanya berhasil dalam membuat kemajuan bagi Televisi secara komersial dengan biaya yang sangat terjangkau. Pada tahun 1935, keduanya mulai memancarkan siaran dengan menggunakan sistem yang sepenuhnya Elektronik. Kompetitor utama mereka adalah Baird Television, yang sudah terlebih dahulu melakukan siaran sejak 1928, dengan menggunakan sistem mekanik seluruhnya. Pada saat itu sangat sedikit orang yang mempunyai televisi, dan yang mereka punyai umumnya berkualitas seadanya. Pada masa itu ukuran layar Televisi hanya sekitar tiga sampai delapan inchi saja sehingga persaingan mekanik dan elektronik tidak begitu nyata, tetapi kompetisi itu ada disana.

TV RCA, Tipe TT5 1939, RCA dan Zworykin siap untuk program reguler televisinya, dan mereka mendemonstrasikan secara besar-besaran pada World Fair di New York. Antusias masyarakat yang begitu besar terhadap sistem elektronik ini, menyebabkan The National Television Standards Committee [NTSC] pada tahun 1941 memutuskan sudah saatnya untuk menstandarisasikan sistem transmisi siaran televisi di Amerika. Lima bulan kemudian, seluruh stasiun televisi Amerika yang berjumlah 22 buah itu, sudah mengkonversikan sistemnya kedalam standard elektronik baru.

Pada tahun-tahun pertama, ketika sedang resesi ekonomi dunia, harga satu set televisi sangat mahal. Ketika harganya mulai turun, Amerika terlibat perang dunia ke dua. Setelah perang usai, televisi masuk dalam era emasnya. Sayangnya pada masa itu semua orang hanya dapat menyaksikannya dalam format warna hitam putih.

Televisi Berwarna

Sebenarnya CBS sudah lebih dahulu membangun sistem warnanya beberapa tahun sebelum rivalnya, RCA. Tetapi sistem mereka tidak kompatibel dengan kebanyakan Televisi hitam putih diseluruh negara. CBS yang sudah mengeluarkan banyak sekali biaya untuk sistem warna mereka harus menyadari kenyataan bahwa pekerjaan mereka berakhir sia-sia. RCA yang belajar dari pengalaman CBS mulai membangun sistem warna menurut formatnya. Mereka dengan cepat membangun sistem warna yang mampu untuk diterima pada sistem warna dan sistem hitam putih. Setelah RCA memamerkan kemampuan sistem mereka, NTSC membakukannya untuk siaran komersial pada tahun 1953.

Berpuluh tahun kemudian hingga awal milenium baru abad 21 ini, orang sudah biasa berbicara lewat telepon selular digital dan mengirim E-mail lewat jaringan komputer dunia, tetapi teknologi televisi pada intinya tetap sama. Tentu saja ada beberapa perkembangan seperti tata suara stereo dan warna yang lebih baik, tetapi tidak ada suatu lompatan besar yang mampu untuk menggoyang persepsi orang tentang televisi. Tetapi semuanya secara perlahan mulai berubah, televisi secara bertahap sudah memasuki era digital.

(Dari berbagai sumber)



Read More......

Cradle of Filth

Mungkin bagi penikmat musik Metal atau Extreme Metal sudah tidak asing lagi dengan nama band yang satu ini, salah satu band tersukses asal Inggris yang mungkin bagi sebagian orang layak disandingkan dengan pendahulunya yaitu Iron Maiden. Namun begitu, band ini mempunyai latar belakang dan aliran yang sedikit berbeda dengan Iron Maiden walau terkadang mereka juga memainkan Cover dari trek legenda Iron Maiden seperti “Hallowed Be Thy Name” ataupun “Fear of The Dark”. Cradle of Filth begitulah nama dari band ini,Band Vampiric ini berdiri pada tahun 1991 di Ipswich, Suffolk, daerah ini terkenal dengan legenda-legenda penyihir Inggris-nya, dengan motor utama kakak beradik Paul Ryan dan Benjamin Ryan. Kakak beradik ini berambisi ingin membentuk sebuah band dan berangan-angan menjadi band terkenal di dunia, dengan usaha keras dan kegigihan mereka akhirnya mengajak Daniel Lloyd Davey, Jon Richard dan Darren White untuk bergabung, maka terbentuklah formasi awal Cradle of Filth yang berformasikan Paul Ryan (Gitar), Benjamin Ryan (Keyboard), Jon Richard (Bass), Darren White (Drum) dan Daniel L. Davey (Vokal).

Pada awal berdirinya genre musik yang mereka mainkan adalah Death Metal, Proses rekaman pertama yang mereka dilakukan adalah pada tahun 1992. Pada walnya mereka membuat sebuah split berjudul “A Pungent and Sexual Miasma”. Selain split, pada tahun yang sama mereka mengeluarkan 4 demo, antara lain “Orgiastic Pleasures Foul”, “The Black Goddess Rises”, “Invoking The Unclean” dan “Total Fucking Darkness”. Secara keseluruhan, demo-demo mereka masih dominan di genre Death Metal, walaupun sudah muncul bibit-bibit Symphonic di opus mereka.

Dua tahun setelah pembuatan demo mereka sebuah label yang bernama Cacophonus tertarik dengan demo yang mereka buat, setelah melalui negosiasi akhirnya merekapun teken kontrak dengan label tersebut dan mengeluarkan album full-length pertama mereka, “Principle of Evil Made Flash” Suatu opus klasik dari Cradle of Filth. Pada album ini terasa sekali perubahan genre dalam lagu-lagu mereka, permainan mereka telah berubah dan membelot ke Black Metal pada album ini. Tidak hanya itu bahkan merekapun berani bereksperimen dengan memasukkan unsur Orkestra dan Choir di dalam album ini, sehingga didapatlah istilah Symphonic-Black Metal untuk album ini. Hanya saja sound yang dihasilkan pada album ini masih kental dengan Black Metal klasik yang “mentah” dan "Chaos". Namun walau begitu mereka terbilang sukses pada peluncuran perdana mereka. Kesuksesan mereka tidak diiringi dengan solidnya para personil karena pada tahun pertama kesuksesan mereka ini, Paul Ryan dan Benjamin Ryan hengkang dari Cradle of Filth dan membentuk band baru dengan nama Blood Divine. Sekeluarnya Paul Ryan dan Benjamin Ryan maka masuklah Gian Piras dan Damien Gregori menggantikan posisi Paul Ryan dan Benjamin Ryan.

Pada tahun 1996, “Dusk…and Her Embrace”, album kedua Cradle of Filth rilis. Pada album ini mereka menghasilkan permainan yang lebih matang daripada di album pertama mereka. Bahkan ada yang menganggap album ini merupakan opus terbaik mereka. Permainan Symphonic mereka bercampur dengan aroma Gothic yang tidak pernah mati di kegelapan. Lalu dua tahun setelahnya, mereka merilis sebuah album yang dapat dianggap legendaris, “Cruelty and The Beast”. Album mereka kali ini secara khusus terkonsep, pada album ini mereka menceritakan kisah nyata seorang Countess Hungaria bernama Elizabeth Bathory yang hobi mandi darah gadis muda. Korban sang Countess ini lebih dari 600 jiwa dan semuanya mati kehabisan darah karena lehernya digorok dan digantung terbalik di atas bathtub sang Countess. Sang vokalis, Dani Filth (demikian namanya disebut), begitu mengagumi sang Countess, seperti yang tersirat di lirik “Bathory Aria”, salah satu trek terpanjang di album ini. Setahun setelah merilis album keduanya ini Cradle of Filth merilis sebuah Extended Playing (EP) berjudul “From The Cradle To Enslave” yang berisi 6 trek original dan 1 trek bonus. EP ini menandakan bangkitnya ego sang leader, Dani Filth.

Pada sekitar tahun 2000 Cradle of Filth kembali merilis album konsep “Midian”. Album ini jelas berbeda dengan album sebelumnya, pada album ini konsep mereka bercerita tentang tokoh fiksi di novel karya Lovercraft, yaitu seorang Psycho yang doyan membunuh tanpa sebab dan yang meyakini akan mendapatkan kebenaran dirinya di gerbang Midian. Album ini merupakan pijakan awal bagi Cradle of Filth yang melakukan world tour. Kemudian pada tahun 2001, album “Bitter Suites to Succubi” rilis.Tapi album ini tidak mendapatkan respon yang baik dari para anggota The Order of Dragon, fansclub resmi Cradle of Filth.

Selanjutnya, pada tahun 2002 mereka merilis album live dalam 2 versi, yaitu “Eleven Burial Masses” dan “Live Bait For The Dead”. Versi pertama merupakan murni album live, sedangkan yang kedua adalah album live yang ditambah 8 trek bonus, yang kebanyakan adalah versi remix dari trek-trek mereka di album-album sebelumnya.

Pada titik ini, Cradle of Filth terlihat seperti tidak bertaring lagi dan tidak sedahsyat dulu .Banyak yang meragukan output mereka selanjutnya. Maka Cradle of Filth seakan mengerti apa yang dikatakan orang-orang lalu merespon dengan merilis “Damnation and a Day” pada tahun 2003. Album mereka ini pada dasarnya memiliki konsep, tapi tidak mengenai seorang tokoh, melainkan mengenai kitab Wahyu di dalam Perjanjian Baru. Kebanyakan bercerita tentang kejatuhan manusia dan hari penghakiman, suatu tema yang Apokaliptik. Yang perlu dicatat pada album ini adalah gaya permainan mereka yang mulai membelot ke Extreme Metal karena mereka tidak lagi bermain sepenuhnya di Symphony-Black. Album ini menandai perubahan yang dilakukan Cradle of Filth pada musik-musiknya ke depan. Tidak sedikit pula yang mengidolakan album ini.

Setelah mengguncang dunia dengan “Damnation and a Day”, pada tahun 2004 Cradle of Filth merilis “Nymphetamine”. Di album ini, Dani Filth menggandeng Liv Kristine leader/pentolan band Gothic Metal asal Jerman, “Leaves’ Eyes” untuk berduet dalam trek yang sama dengan nama album ini. Duet yang mereka ciptakan cukup indah, bagaikan Beauty and The Beast dalam skenario Gothic. Vokal Soprano yang anggun milik Liv bercampur growl ala Dani yang mirip makhluk malam yang tersayat. Tercatat terdapat 2 trek Nymphetamine di album ini, yaitu versi Fix dan versi Overdose. Versi Fix merupakan trek asli duet antara Dani dan Liv. Sedangkan versi Overdose adalah versi extreme dari Nymphetamine, walaupun pada tengah-tengah trek, versi Fix tetap dimasukkan. Singkatnya, “Nymphetamine” cukup sukses di pasaran, bahkan menjangkau telinga-telinga metal amatir dengan ramuan Extreme-Gothic Metal.

Kemudian 2 tahun berselang, tahun 2006 album ke-8 mereka rilis.”Thornography” yang sebelumnya dudahului dengan EP “Thornographic” ini tidak sesukses “Nymphetamine”. Di dalam album ini, trek “Tonight In Flames” dan “The Foetus of A New Day Kicking” menjadi ciri khas album ini. Walaupun begitu, banyak “fans tua” yang mencibir trek “The Foetus of A New Day Kicking”. Hal ini wajar saja karena Cradle of Filth sudah kehilangan ciri khas mereka dulu. Banyak dari fans mereka yang mengatakan bahwa Cradle of Filth bukan lagi milik fans, tapi milik para Poser dan Emo (para METALHEADs benci banget sama Posers and Emos…POSER=SUCK,EMO=GAY).

Melihat kenyataan ini Cradle of Filth ingin membayar kesalahannya dengan mengeluarkan album terbarunya pada tahun 2008, “Godspeed On The Devil’s Thunder”. Untuk pertama kalinya sejak album “Cruelty and The Beast”, Cradle of Filth merilis album konsep mengenai seorang tokoh non-fiksi. Tokoh yang diceritakan di album ini adalah seorang bangsawan Perancis bernama Gilles de Rais. De Rais merupakan seorang peraih Nobel yang tidak terkenal dan juga seorang pejuang Perancis yang pernah bertarung melawan Inggris bersama Joan of Arc, wanita Perancis yang berjuang demi Perancis atas dasar penglihatan rohaninya. Yang menjadi titik penceritaannya tentu saja bukan cerita bagaimana De Rais mendapatkan nobel tersebut, tapi bagaimana bangsawan itu berubah menjadi pembunuh berantai dengan kelainan Seksual dan akhirnya menjadi seorang Satanis. Ramuan yang diberikan Cradle of Filth di album ini cukup Atmosforik.Walaupun tidak seperti “Cruelty and The Beast” tapi unsur Symphonic, yang beberapa tahun belakangan ini hilang di opus-opus Cradle of Filth dapat ditemukan.

Pada saat ini formasi Cradle of Filth diisi oleh Daniel L. Davey a.k.a Dani Filth (Vokal), Paul Allender (Gitar), Dave Pybus (Bass), Martin Škaroupka a.k.a Marthus (Drum) dan seorang backing vokal loyal, Sarah Jezebel Deva. Untuk keyboard dan lain-lain, biasanya bersifat additional, seperti Rosie Smith yang sering diajak sebagai live keyboardist. Satu-satunya anggota asli Cradle of Filth hanya Dani Filth. Itulah mengapa Dani Filth “memegang” band ini. Musikalitas mereka kadang tidak murni, tidak lagi idealis karena terlalu dicampuri Industrialisme. Namun walau bagaimanapun mereka tetap memberikan sumbangsih dalam dunia Metal.

Dari berbagai sumber dan
dari www.satyroi-et-metallum.blogspot.com




Read More......

Elizabeth Báthory 1560-1614 (The Blood Countess)

Mungkin wanita ini adalah wanita terkejam yang pernah hidup diatas bumi ini, terlahir dengan status bangsawan yang terpandang dan terhormat. Sejatinya seorang bangsawan adalah seorang yang lemah lembut dan anggun namun berbeda dengan wanita ini hal-hal tersebut tak ada dalam dirinya, kekejaman dan kesadisan kerap mewarnai setiap langkah hidupnya.

Elizabeth Báthory lahir pada tanggal 07 Agustus 1560 di Hungaria Kurang lebih 100 tahun setelah Vlad 'The Impaler' Dracul meninggal, terlahir dari pasangan Georges dan Anna Báthory yang merupakan bangsawan kaya raya dan salah satu keluarga bangsawan paling kaya di Hungaria saat itu. Ia adalah salah satu Countess Hungaria dari keluarga Báthory, keluarga ini terkenal dan diingat karena sistem pertahanan dalam melawan Utsmaniyah, ketika perang berkecamuk. Masa kecil Elizabeth Báthory boleh dibilang serba berkecukupan karena Ia dibesarkan dalam keluarga bangsawan yang serba kecukupan dan mewah.

Kakek buyut Elizabeth Báthory adalah Prince Stephen Báthory yang merupakan salah satu Ksatria yang memimpin pasukan Vlad Dracul ketika dia merebut kembali kekuasaan di Walachia seabad sebelumnya. Keluarga besar Elizabeth Báthory terdiri dari orang-orang terpandang. Salah satu sepupunya adalah Perdana Menteri di Hungaria, seorang lagi adalah Kardinal. Bahkan pamannya, Stephen Báthory kemudian menjadi Raja Polandia. Namun dibalik semua kekayaan, popularitas, keagungan dan kehormatan tersebut keluarga Báthory ini memiliki 'sisi' lainnya yang lebih 'gelap'. Konon disebutkan bahwa salah satu pamannya yang lain adalah seorang Satanis dan Penganut Paganisme sementara seorang sepupunya yang lain memiliki kelainan jiwa dan gemar melakukan kejahatan sexual.

Tahun 1575, di usia 15 tahun Elizabeth menikah dengan Count Ferenc Nádasdy yang usianya sepuluh tahun lebih tua darinya. Dikarenakan sang suami berasal dari bangsawan yang lebih rendah, maka Count Ferenc Nádasdy menggunakan nama Báthory dibelakangnya. Elizabeth tetap menggunakan nama keluarganya yaitu Báthory dan tidak menjadi Nádasdy. Setelah pernikahan yang cukup mewah dan meriah maka Kedua pasangan tersebut kemudian tinggal di Istana Čachtice, istana ini adalah merupakan sebuah kastil di atas pegunungan dengan desa Čachtice dilembah dibawahnya, sungguh sebuah istana yang menawan dan indah. Namun dibalik keindahan dan kemewahan istana tersimpan satu kegundahan dan kegelisahan yang mendalam pada diri Elizabeth Báthory karena Suaminya jarang mendampingi Elizabeth karena Count Ferenc lebih sering berada di medan pertempuran melawan Turki Usmani (Ottoman Empire). Hal inilah yang membuat Ferenc kemudian menjadi terkenal karena keberaniannya di medan pertempuran, bahkan dianggap sebagai pahlawan di Hungaria dengan julukan 'Black Hero of Hungary'.

Elizabeth yang masih muda tentu senantiasa merasa sangat kesepian karena selalu ditinggal sang suami. Disebutkan dia memiliki kebiasaan mengagumi kecantikannya dan kemudian memiliki banyak kekasih gelap yang melayaninya selama sang suami tidak berada di tempat. Elizabeth bahkan pernah melarikan diri bersama kekasih gelapnya namun kemudian kembali lagi dan suaminya memaafkannya. Tetapi hal tersebut tidak mengurangi ketagihan Elizabeth akan kepuasan seksual. Disebutkan juga Elizabeth menjadi seorang biseksual dengan melakukan hubungan lesbian dengan bibinya, Countess Klara Báthory. Entah karena memang ia seorang yang haus akan petualangan seks atau memang tanpa ia sadari kegilaan terus menggerogotinya, entahlah.

Bukan dalam mengumbar nafsu saja yang ia lakukan Elizabeth-pun kemudian mulai terpengaruh dengan satanisme yang diajarkan oleh Dorothea Szentes, biasa disebut Dorka, salah seorang pelayan terdekatnya. Karena pengaruh Dorka yang begitu gencar, Elizabeth mulai menyenangi kepuasan seksual lewat penyiksaan yang dilakukannya terhadap pelayan-pelayan lainnya yang masih muda. Selain Dorka, Elizabeth dibantu beberapa pelayan terdekatnya yaitu; suster Iloona Joo, pelayan pria Johaness Ujvari dan seorang pelayan wanita bernama Anna Darvula, yang merangkap sebagai kekasih Elizabeth.

Bersama para pelayannya tersebut, Elizabeth mengubah Istana Čachtice menjadi pusat teror dan penyiksaan seksual. Para gadis muda yang jadi pelayannya disiksa dengan berbagai bentuk penyiksaan seperti diikat, ditelanjangi lalu dicambuk dan juga menggunakan berbagai alat untuk menyakiti bagian-bagian tubuh tertentu. Hal tersebut sering dan secara terus menerus ia lakukan demi hasrat dan nafsu seks-nya yang abnormal. Hingga pada tahun 1600, Ferenc Nádasdy sang suami meninggal dunia dan dimulailah era teror mengerikan yang sesungguhnya.
Memasuki usia ke-40 tahun, Elizabeth menyadari bahwa kecantikannya mulai memudar. Kulitnya mulai menunjukan tanda-tanda penuaan dan keriput, hal ini sebenarnya lumrah bagi kebanyakan orang karena pada usia tersebut memang kecantikan seseorang lambat laun akan terlihat. Namun ha; ini tidak bisa diterima oleh Elizabeth karena ia adalah pemuja kesempurnaan dan kecantikan dan ia akan melakukan apa saja demi mempertahankan kecantikannya.

Pada suatu ketika seorang pelayaan wanita yang sedang menyisir rambutnya secara tidak sengaja menarik rambut Elizabeth terlalu keras. Elizabeth yang marah karena rambutnya tertarik oleh pelayan tersebut kemudian menampar gadis pelayan malang tersebut dengan kuat dan keras sekali hingga gadis tersebut mengeluarkan darah dari hidungnya. Darah memancar dari hidung gadis itu mengenai telapak tangan Elizabeth. Nah pada Saat itulah Elizabeth disebutkan 'Menduga dan Percaya' bahwa darah gadis muda memancarkan cahaya kemudaan mereka. Entah setan apa yang merasuk dalam dirinya hingga ia percaya akan hal tersebut. Hingga Serta merta dia memerintahkan pelayannya, Johannes Ujvari dan Dorka menelanjangi gadis tersebut, menariknya keatas bak mandi dan memotong urat nadinya. Ketika si gadis meninggal kehabisan darah, Elizabeth segera masuk kedalam bak mandi dan berendam dalam kubangan darah. Dia menemukan apa yang diyakininya sebagai 'Rahasia Awet Muda'.

Sugesti yang ia dapatkan tentang darah yang dapat membuat ia awet muda terus menggelora dalam dirinya hingga ia terus membunuh satu persatu pelayannya. Dan ketika semua pelayan mudanya sudah mati, Elizabeth mulai merekrut gadis muda di desa sekitarnya untuk dijadikan pelayan di Kastilnya. Tak jauh dari para pelayannya terdahulu nasib merekapun semuanya sama , diikat diatas bak mandi kemudian urat nadi mereka dipotong hingga darah mereka menetes habis kedalam bak mandi. Seringkali Elizabeth berendam didalam kolam darah sambil menyaksikan korbannya sekarat meneteskan darah hingga tewas. Sesekali Elizabeth bahkan meminum darah para gadis tersebut untuk mendapatkan apa yang ia sebut “Inner Beauty”. Tak hanya itu, fantasi akan terror dan kesadisannya semakin menjadi bahkan disebutkan korban-korbannya seringkali diikat dimasukan kedalam kerangkeng dan ditarik ke atas, setelah itu lalu ia memerintahkan untuk memanah para korbannya dengan paku-paku yang berlubang yang dibuat khusus, dan ketika darah mulai mengucur ia lalu berdiri dibawah kerangkeng tersebut bak sebuah shower darah ia mandi dibawahnya.

Waktu terus berlalu, hasrat akan keyakinannya tentang obat awet muda abadi terus berlanjut hingga lama kelamaan Elizabeth merasa bahwa darah para gadis desa masih kurang baginya. Demi mendapat darah yang menurutnya lebih berkualitas, Elizabeth mengincar darah para gadis bangsawan rendahan. Dia kemudian melakukan penculikan terhadap gadis-gadis bangsawan untuk dijadikan korbannya. Namun hal tersebut menjadi bumerang baginya. Hilangnya gadis-gadis bangsawan dengan cepat mendapatkan perhatian di kalangan bangsawan, orang-orang berpengaruh, hingga Raja sendiri. Tanggal 30 Desember 1610, pasukan tentara dibawah pimpinan György Thurzó, yang merupakan sepupu Elizabeth sendiri, menyerbu Istana Čachtice di malam hari. Mereka semua terkejut melihat pemandangan yang mereka temukan di dalam Istana Čachtice. Mayat seorang gadis yang pucat kehabisan darah tergeletak diatas meja makan, seorang lainnya yang masih hidup namun sekarat ditemukan terikat di tiang dengan kedua urat nadinya disayat hingga meneteskan darah. Di bagian penjara ditemukan belasan gadis yang sedang ditahan menunggu giliran dibunuh. Kemudian di ruang basement ditemukan lebih dari 50 mayat yang sebagian besar sudah mulai membusuk.
Sekurangnya 650 nama tercatat dalam pengadilan atas Elizabeth Bathory di tahun 1611. Nama-nama itu didapat berdasarkan laporan dari berbagai pihak. Mulai dari keluarga-keluarga petani hingga bangsawan. Elizabeth sendiri tidak pernah didatangkan ke pengadilan untuk diadili secara langsung. Hanya empat pelayannya yang diadili dan kemudian dihukum mati. Raja Hungaria memerintahkan Elizabeth dikurung dalam kamarnya di Istana Čachtice selama sisa hidupnya. Para pekerja kemudian dikerahkan untuk menutup semua pintu dan jendela ruang kamar Elizabeth dengan tembok dengan hanya menyisakan lubang kecil yang digunakan untuk memasukan makanan dan minuman.

Tahun 1614, atau 4 tahun setelah Elizabeth diisolasi dengan tembok di kamarnya sendiri, seorang penjaga melihat makanan yang disajikan untuk Elizabeth tidak tersentuh selama seharian. Penjaga itu kemudian mengintip kedalam dan melihat sang Countess tertelungkup dengan wajah di lantai. Elizabeth “The Blood Countess” Báthory meninggal di usia 54 tahun pada 21 Agustus 1614.

Dalam perjalanan hidupnya, Elizabeth Báthory terkenal sebagai pembunuh berantai dalam sejarah Hungaria dan Slovakia dan diingat sebagai Wanita Berdarah Csejte (sekarang Čachtice). Istana Čachtice merupakan tempat dimana Ia menghabiskan sisa hidupnya. Setelah kematian suaminya, Ia dan empat pembantunya dituduh menyiksa dan membunuh ratusan wanita muda, dengan jumlah yang sangat fantastis sekurangnya sebanyak 650 korban telah ia bunuh. Pada tahun 1610, ia dipenjarakan di Istana Čachtice dan menghabiskan hidupnya disana.


Dari wikipedia dan berbagai sumber



Read More......
 

Readers

Facebook Reader

Check PageRank
Add to Technorati Favorites


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?