Mitologi Yunani “Achilles”

Achilles raja orang-orang Myrmidon adalah anak hasil perkawinan dari Peleus dan Thetis, seorang anak yang kelak menjadi Hero atas kekuatan, keberanian dan keperkasaan, namanya akan terus dikenang hingga ribuan tahun. Thetis sendiri adalah seorang Sea Nymph atau bisa juga disebut Water Spirit. Pada saat kelahiran Achilles sang ibu Thetis menginginkan anaknya tersebut menjadi seorang Immortal, maka dari itu Achilles dicelupkan ke SungaiStyx oleh ibunya. Rasa ketakutan membuat Thetis tak pernah melepaskan tubuh anaknya sepenuhnya. Jari-jari sang ibu masih memegang erat tumit anaknya, terus menahan sang anak agar tak berenang menjauh. Tubuh Achilles yang tercelup dalam air sungai Styx membuatnya kebal dari segala senjata. Kecuali untuk satu bagian kecil di tumitnya. Di bagian tempat ibunya menggenggamnya erat, dan bagian itu adalah kelemahan dari Achilles yang dikemudian hari menjadi penyebab kematiannya. (inilah sebabnya di ilmu kedokteran sekarang urat tumit sering disebut dengan urat Achilles), hal ini pula menunjukan bahwa sekuat-kuatnya manusia pasti ada kelemahannya…bukan begitu…??

Achilles dilatih oleh Chiron sang Centaur atas rujukan ayahnya Peleus. Achilles adalah anak yang cerdas Ia mewarisi hampir semua ilmu bela diri yang dikenal saat itu yang diajarkan oleh Chiron, dan ia dapat menyerap semuanya dengan sangat baik. Chiron memberinya makan Isi Perut singa dan Babi Liar serta memberinya makan Rahim Serigala betina. Peleus-pun adalah mantan murid dari Chiron. Chiron pernah menyelamatkan Peleus saat ia hampir dibunuh oleh Centaur-centaur. Chiron juga-lah yang menjodohkan Peleus dengan Thetis, yang keduanya memperanakan Achilles, dan sebagai hadiah pernikahan, Chiron menghadiahkan sebuah tombak kepada Peleus, yang diwariskan kepada Achilles, dan menjadi tombak kesayangan Achilles (juga dibawa di Perang Troya) karena memiliki kekuatan penyembuh.

Menurut kitab Illiad dan Odissey yang dikisahkan Homer. Achilles turut serta ambil bagian dalam Perang Troya (Perang Peloponesos), salah satu perang besar yang melegenda, Ia turut dalam perang tersebut atas bujukan Ajax, Phoenix (Muridnya Achilles sendiri) dan Odysseus, setuju atas ajakan tersebut, kemudian Achilles-pun mengajak pula pasukannya yang gagah berani beserta saudaranya Patroclus untuk bersama-sama turut dalam perang Troya. Perang Troya sendiri adalah bukan perang biasa,. Pada kulit luarnya Perang tersebut dipicu oleh perebutan Seorang Putri Nan Cantik Jelita Helena istri dari Menelaus raja Sparta yang lari bersama Paris Pangeran dari Troya. Jauh dibalik itu semua ada konspirasi politik yang haus kekuasaan dan campur tangan para Dewa-dewa.

Pertempuran demi pertempuran terjadi dan waktu-pun terus berlalu, Setelah berbagai pertempuran yang melelahkan, salah satu hasil rampasan perang adalah seorang wanita bernama Chryseis, anak wanita dari Chryses, berhasil di dapatkan oleh Agamemnon (kakak dari Menelaus). Chryses adalah seorang pendeta Apollo, Ia menginginkan anak wanitanya tersebut dikembalikan kepadanya. Namun Agamemnon dengan angkuhnya menolak keinginan Chryses yang kemudian berujung pada sebuah wabah penyakit menimpa pasukan Agamemnon.

Seorang peramal bernama Chalcas mengetahui penyebab wabah tersebut namun Ia tidak mau berbicara sepatah katapun sebelum Achilles bersumpah untuk melindunginya. Kemudian setelah Achilles bersumpah, Chalcas memberitahukan bahwa Crhyseis harus dikembalikan ke ayahnya. Agamemnon menyetujui pernyataan tersebut, namun dia meminta Bryseis (Wanita hasil rampasan Achilles) untuk menggantikan Chryseis. Marah akan hal tersebut Achilles menolak untuk memobilisasi pasukan-nya dalam pertempuran-pertempuran berikutnya.

Terang saja tanpa bantuan Achilles, pasukan Yunani kalah di berbagai medan pertempuran. Lalu kemudian Nestor (seorang raja yang berkoalisi di dalam pasukan Yunani) berkata pada Agamemnon bahwa kemenangan Pasukan Troya disebabkan karena Agamemnon membuat Achilles marah sehingga menyebabkan kalahnya pasukan yunani, Bila ingin meraih kemenangan maka harus memenangkan kembali hati Pahlawan tersebut (Achilles) untuk kembali membantu pasukan Yunani dalam peperangan melawan Troya. kemudian Agamemnon menyetujui pendapat tersebut dan mengirimkan Odysseus untuk mengembalikan Bryseis pada Achilles dan memberi berbagai hadiah. Achilles menerima Bryseis namun menolak hadiah-hadiah yang lain. Karena Ia berencana untuk berlayar kembali pulang ke kampung halamannya meninggalkan medan pertempuran.

Namun sayang sesaat sebelum mereka berangkat, Pasukan Troya menyerang pasukan Yunani. Pasukan Troya yang dipimpin oleh Hector(pangeran Troya), berhasil memukul mundur pasukan Yunani sampai ke pantai dan menyerang kapal-kapal Yunani. Namun sesaat ketika kehancuran sudah di ambang mata, Patroclus dengan baju Zirah dan Tameng kepunyaan Achilles maju memimpin Pasukan Myrmidon (pasukan Achilles) untuk menghadang serangan Troya tersebut. Pertempuran berlangsung dengan sengit namun akhirnya Patroclus berhasil memukul mundur pasukan Troya hingga di gerbang benteng Troya. Namun Sayang Hector terlebih dahulu membunuh Patroclus tepat sebelum berhasil menyerang kota Troya.

Kabar terbunuhnya Patroclus oleh Hector akhirnya sampai di telinga Achilles. Mendengar kabar kematian saudaranya tersebut, Achilles jatuh dalam sebuah duka yang sangat dalam. Sang Ibu, Thetis, datang untuk menenangkan Achilles dengan cara meminta Hephaestus untuk membuatkan baju perang baru beserta sebuah tameng.
(karena baju perang Achilles yang di pakai Patroclus di rampas oleh Hector).

Dengan penuh amarah yang menggelora Achilles terjun ke medan perang dan membantai semua pasukan Troya yang berada di hadapan nya dengan brutal dan sadis sambil tak henti-hentinya Ia mencari-cari Hector. Bahkan Achilles sampai bertempur melawan Scamander (Dewa Sungai) yang marah karena Achilles menyebabkan sungai-sungainya dipenuhi oleh mayat. Ia mencoba untuk menenggelamkan Achilles namun berhasil
di tahan oleh Hera dan Hephaestus. Zeus menyadari akan kemarahan Achilles dan mengirim Dewa-dewa untuk menahannya agar dia tidak menghancurkan Troya.

Akhirnya Achilles menemukan Mangsanya yaitu Hector si pembunuh saudaranya. Achilles mengejar Hector, dikisahkan dalam pengejaran ini mereka berputar mengelilingi tembok benteng Troya hingga tiga kali. Akhirnya Dewi Athena turun dan membujuk agar Hector bersedia melayani tantangan Achilles untuk berduel. Hector sadar akan nasibnya, tidak mungkin Ia dapat mengalahkan Achilles ia sadar betul bahwa inilah akhir dari hidupnya, maka dari itu Ia memohon pada Achilles, permohonan ini bukan agar Achilles mau melepaskan dia, namun Ia memohon agar mayatnya kelak Diperlakukan dengan Hormat sebagai seorang Ksatria yang mati di medan peperangan. Namun Achilles menolak permohonan Hector tersebut. Merekapun berduel satu lawan satu dengan sengit hingga akhirnya Hector terdesak dan kemudian Achilles menusuk tepat di leher Hector, gugurlah sang pangeran Troya di tangan Achilles. Sesaat kemudian Achilles mengikat mayat Hector di kereta perangnya dan dibawa diseret mengelilingi medan pertempuran selama sembilan hari.

Priam, sang Raja Troya, tidak tega melihat mayat anaknya diperlakukan seperti itu oleh Achilles maka Ia-pun meminta bantuan Dewa Hermes (God of Trick). Atas bantuan Hermes Priam dapat datang ke tenda Achilles dan memohon agar mayat anaknya dapat dikembalikan kepadanya untuk diadakan upacara pemakaman kepadanya. Kematian Hector menandakan kejatuhan Troya tidak akan lama lagi.

Menyusul kematian Patroclus, Antilochus (anak Nestor yang juga sahabat terdekat Achilles) mati dibunuh oleh Memnon (Raja Ethiopia / sekutu Troya). Sekali lagi Achilles
terjun ke medan perang dengan amarah yang tak terbendung dan berhasil
membunuh Memnon.

Kematian Achilles memiliki banyak versi. Dimana banyak diceritakan dia dibunuh oleh Paris dengan panah di tumitnya ketika sedang berjalan-jalan di sekitar tembok kota Troya. Ada pula yang menceritakan bahwa Achilles jatuh cinta kepada salah seorang putri Troya, Polyxena. Yang kemudian dia meminta Priam untuk menikahkan putrinya
kepadanya. Priam berpikir ini adalah satu-satunya jalan untuk berdamai dan memiliki seorang Pahlawan yang tanpa tanding berada di sisinya, ia menyetujuinya. Namun ketika
Achilles dan Polyxena akan bermesraan, Paris bersembunyi di dalam semak-semak dan
kemudian memanah achilles yang kemudian membunuhnya.

Sumber : Wikipedia & berbagai sumber.



Comments :

2 Comment to “Mitologi Yunani “Achilles””
adi pranata mengatakan...
on 

kisah kepahlawan abadi kayak mahabrata

Anonim mengatakan...
on 

Anjing KALI gan.....GAK BISA COPAS

Poskan Komentar

 

Readers

Facebook Reader

Check PageRank
Add to Technorati Favorites


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?