Pencegahan Osteoporosis

Pada umumnya manusia ketika menginjak usia 30 tahunan mulai mengalami penurunan kepadatan tulang, sebenarnya penurunan ini terjadi sedikit demi sedikit namun secara terus menerus, hingga pada usia sekitar 50 tahunan kepadatan tulang berkurang sekitar 0,5% hingga 1% per tahun.Penderita Osteoporosis (Keropos Tulang) kadang-kadang baru menyadari ketika tiba-tiba mengalami patah tulang karena sebab yang relatif ringan. Keadaan tersebut terjadi karena Osteoporosis yang “Alami” karena terjadi perlahan-lahan, lambat tetapi pasti.

Kecepatan terjadinya pengeroposan tulang (Osteoporosis) ini berbeda-beda pada tiap individu, hal ini bergantung pada kepadatan tulang individu tersebut. Lazimnya kepadatan tulang mulai terbentuk dan meningkat sejak masa kanak-kanak dan terus bertambah kepadatannya hingga pada puncak kepadatan pada usia sekitar 30 tahunan, kepadatan tulang ini berbeda-beda tergantung pada pola makan seseorang khususnya makanan yang mengandung unsur Kalsium disamping sinar matahari, melakukan kegiatan menggerakan badan , disamping adanya faktor keturunan. Pada wanita yang telah mengalami masa Menopause 5-10 tahun penurunan kadar kepadatan tulang ini lebih cepat namun kemudian penurunan tersebut berkurang. Sekitar 15-20% Pascamenopause atau jumlah penurunan sepanjang hidupnya sekitar 40-50%.

Osteoporosis terbagi atas dua yaitu Primer dan Sekunder. Pada golongan Primer terbagi lagi menjadi tiga jenis yaitu Osteoporosis Pascamenopause (pada wanita), jenis Osteoporosis jenis ini kebanyakan ditandai dengan patah tulah belakang dan tulang lengan. Kemudian Osteoporosis yang mengenai tulang rangka seperti patahnya tulang paha sebagai akibat dari penuaan yang menurunkan massa tulang, dan yang terakhir adalah jenis Osteoporosis yang terjadi pada usia pertengahan atau masa muda dan hal ini tidak diketahui secara jelas penyebabnya.

Osteoporosis sekunder adalah osteoporosis yang disebabkan oleh berbagai penyakit yang diderita yang bersangkutan, seperti penyakit Gondok, Diabetes serta penggunaan obat-obat tertentu yang dapat menyebabkan keropos tulang. Pada wanita Menopause penyebab utama Osteoporosis adalah menurunnya hormon Estrogen.

Ada beberapa faktor resiko terjadinya Osteoporosis antara lain adalah faktor Genetik, Nutrisi (rendahnya asupan Kalsium, Magnesium dan Fosfor, terlalu seringnya mengkonsumsi Alkohol, Kopi, konsumsi Garam yang berlebih serta Protein yang berlebih), Gaya Hidup (Merokok, dan rendahnya aktivitas fisik), pengaruh pola Hormon Endoktrin tertentu khususnya pada mereka yang mempunyai berat badanberlebih, serta penggunaan obat-obat tertentu (obat anti kejang, pengencer darah, kemoterapi …Dll)

Gejala Osteoporosis umumnya terjadi perlahan dan sering tidak disadari, sama halnya dengan tekanan darah tinggi yang baru disadari ketika telah terjadi stroke dan mengalami kelumpuhan. Pada umumnya gejala Osteoporosis diawali dengan keluhan-keluhan nyeri otot, gangguan pergerakan yang menahun dan biasanya hal ini dianggap penyakit rematik karena faktor usia. Namun apabila telah terjadi patah tulang apalagi dalam usia 50-60 tahunan baru diketahui hal itu disebabkan karena Osteoporosis, patah tulang pada usia tersebut sangat rentan bagi penderita Osteoporosis dan kemungkinan untuk kembali normal sangat tidak mungkin, patah tulang mungkin bisa sembuh tapi fungsi alat gerak tidak dapat kembali seperti sediakala khususnya nyeri dan gangguan gerak akan selalu terasa.

Upaya pencegahan Osteoporosis dapat dilakukan dengan cara mengoptimalkan upaya mencapai kepadatan tulang yang baik melalui Nutrisi, Olah Raga, dan menghilangkan atau menurunkan faktor-faktor resiko seperti tersebut diatas. Beberapa langkah dapat dilakukan seperti;

  • Mengubah Gaya Hidup yang santai dengan aktivitas fisik, seperti olahraga sederhana jalan santai dengan tegap secara berkala dan kontinyu 1-5 kali seminggu cukup 30 menit saja. Namun hal inipun dilakukan dengan ketentuan ketentuan yang berlaku jangan yang berlebihan.
  • Suplementasi Kalsium, hal ini perlu karena pada pola makan sehari-hari kita tidak bisa mengukur jumlah kalsium yang digunakan dan mungkin jumlah asupan kalsium yang kita makan tidak mencukupi. Dianjurkan konsumsi Kalsium 500g/hari pada masa kanak-kanak dan 1,000g-1,300g/hari untuk usia remaja dan dewasa serta 1,000g/hari saat menginjak usia manula, sementara untuk usia lebih dari 50 tahun sebaiknya mengkonsumsi 1,200g/hari namun hal ini tentu saja harus didukung dengan fungsi ginjal yang baik.
  • Suplementasi Vitamin D, dibutuhkan 600 satuan internasional per hari, lebih utama apabila vitamin ini dikonsumsi dari komponen susu.
  • Protein, hal ini dibutuhkan untuk mempertahankan dan membuka sel/jaringan tulang dan penunjang tulang. Namun mesti diatur dengan takaran yang sesuai jangan berlebihan karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
  • Konsumsi Vitamin dan mineral, Vitamin C, Vitamin K, Fosfor.
  • Sering berjemur di pagi hari, hal ini sangat bermanfaat untuk kesehatan tulang.
  • Pengunaan obat-obatan pencegah Osteoporosis baik Kimiawi, Hormon atau berupa Aktivitas Hormon.
  • Secara berkala melakukan pemeriksaan kepadatan tulang, terutama bagi mereka yang mempunyai resiko Osteoporosis lebih besar seperti tersebut diatas.

Ada baiknya mulai sekarang lakukanlah hal-hal tersebut diatas, dan alangkah baiknya kita mencegah sedari dini, walaupun memang pada dasarnya Osteoporosis tak dapat dihindari karena faktor usia terlebih bagi wanita, namun menjaga kepadatan tulang agar lebih tahan lama akan lebih baik.

(Dikutip dan dirangkumdari harian Pikiran Rakyat)





Comments :

1
Anonim mengatakan...
on 

nice info gan...

Poskan Komentar

 

Readers

Facebook Reader

Check PageRank
Add to Technorati Favorites


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?