Ditemani secangkir teh hangat atau segelas kopi, bersantai di sore hari sambil menikmati acara hiburan di televisi sungguh suatu kegitan yang mengasyikan, setelah seharian bergelut dengan rutinitas yang melelahkan, cukup membuat kepenatan hilang. Namun tahukah anda televisi yang kita miliki dan kita lihat sekarang mempunyai sejarah yang cukup panjang dan rumit. Sejarah akan televisi ini dimulai kira-kira tahun 1873.Pada tahun 1873 tersebut seorang operator telegram menemukan bahwa cahaya mempengaruhi Resistansi Elektris Selenium. Ia menyadari hal itu bisa dipergunakan untuk mengubah cahaya kedalam arus listrik dengan menggunakan Fotosel Silenium (Selenium Photocell). Kemudian piringan metal kecil berputar dengan lubang-lubang didalamnya ditemukan oleh seorang mahasiswa yang bernama Paul Nipkow di Berlin, Jerman pada tahun 1884 dan penemuan-penemuan tersebut disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi.
Vladimir Zworykin, yang merupakan salah satu dari beberapa pakar pada masa itu, mendapat bantuan dari David Sarnoff, Senior Vice President dari RCA (Radio Corporation of America). Sarnoff sudah banyak mencurahkan perhatian pada perkembangan Televisi Mekanik, dan meramalkan Televisi Elektronik akan mempunyai masa depan komersial yang lebih baik. Selain itu, Philo Farnsworth juga berhasil mendapatkan sponsor untuk mendukung idenya dan ikut berkompetisi dengan Vladimir Zworykin.
Televisi Elektronik
Baik Philo Farnsworth, maupun Vladimir Zworykin, bekerja terpisah, dan keduanya berhasil dalam membuat kemajuan bagi Televisi secara komersial dengan biaya yang sangat terjangkau. Pada tahun 1935, keduanya mulai memancarkan siaran dengan menggunakan sistem yang sepenuhnya Elektronik. Kompetitor utama mereka adalah Baird Television, yang sudah terlebih dahulu melakukan siaran sejak 1928, dengan menggunakan sistem mekanik seluruhnya. Pada saat itu sangat sedikit orang yang mempunyai televisi, dan yang mereka punyai umumnya berkualitas seadanya. Pada masa itu ukuran layar Televisi hanya sekitar tiga sampai delapan inchi saja sehingga persaingan mekanik dan elektronik tidak begitu nyata, tetapi kompetisi itu ada disana.
Pada tahun-tahun pertama, ketika sedang resesi ekonomi dunia, harga satu set televisi sangat mahal. Ketika harganya mulai turun, Amerika terlibat perang dunia ke dua. Setelah perang usai, televisi masuk dalam era emasnya. Sayangnya pada masa itu semua orang hanya dapat menyaksikannya dalam format warna hitam putih.
Televisi Berwarna
Sebenarnya CBS sudah lebih dahulu membangun sistem warnanya beberapa tahun sebelum rivalnya, RCA. Tetapi sistem mereka tidak kompatibel dengan kebanyakan Televisi hitam putih diseluruh negara. CBS yang sudah mengeluarkan banyak sekali biaya untuk sistem warna mereka harus menyadari kenyataan bahwa pekerjaan mereka berakhir sia-sia. RCA yang belajar dari pengalaman CBS mulai membangun sistem warna menurut formatnya. Mereka dengan cepat membangun sistem warna yang mampu untuk diterima pada sistem warna dan sistem hitam putih. Setelah RCA memamerkan kemampuan sistem mereka, NTSC membakukannya untuk siaran komersial pada tahun 1953.
Berpuluh tahun kemudian hingga awal milenium baru abad 21 ini, orang sudah biasa berbicara lewat telepon selular digital dan mengirim E-mail lewat jaringan komputer dunia, tetapi teknologi televisi pada intinya tetap sama. Tentu saja ada beberapa perkembangan seperti tata suara stereo dan warna yang lebih baik, tetapi tidak ada suatu lompatan besar yang mampu untuk menggoyang persepsi orang tentang televisi. Tetapi semuanya secara perlahan mulai berubah, televisi secara bertahap sudah memasuki era digital.
(Dari berbagai sumber)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar